Editorial : Memaknai Social Media - Tabloid Suara Keadilan
Headlines News :
Home » » Editorial : Memaknai Social Media

Editorial : Memaknai Social Media

Written By Admin on Jumat, 31 Agustus 2012 | 02.21

Era Social Media telah dimulai. Para pemuda yang berdemo di Mesir atau warga negara Mesir di negara-negara lain yang menuntut presidennya turun mengaku, mereka digerakkan oleh –salah satu dan penggerak pentingnya- social media. Lewat Twitter, Facebook, video demonstrasi yang di-upload via Youtube dan berbagai media sosial lain mereka berkumpul di Tahrir Square, alun-alun kota Cairo.

Tumbangnya Presiden Hosni Mubarak setelah demonstrasi masif dan maraton selama 21 hari adalah contoh bahwa kini adalah era, dimana orang boleh menyuarakan isi hati dengan leluasa. Kekuasaan polisional selama 30 tahun -bahkan lebih bila ditambah dengan rejim-rejim terdahulu- tidak mampu memahami bahwa tidak mungkin lagi suara rakyat dibungkam.

Beberapa pendemo menyatakan terimakasih secara terbuka kepada Mark Zuckerberg, pembuat situs jejaring sosial Facebook, atau Obvious Corp yang meluncurkan microblog Twitter.

Demonstrasi mendukung rakyat Mesir terjadi di banyak negara. Rata-rata dilakukan oleh warga negara Mesir di perantauan. Di Indonesia rasa solidaritas itu ditunjukkan oleh orang-orang yang punya kedekatan dengan Mesir. Mereka adalah warga negara Indonesia yang merupakan alumni-alumni perguruan tinggi di Mesir.

Sempat terjadi kekisruhan ketika sebuah berita dari Indonesia meluncur di tengah demonstrasi prodemokrasi di Mesir. Disitu disebutkan PKS mendukung revolusi di Mesir. Narasumbernya dalah M. Anis Matta, Sekjen DPP PKS yang juga Wakil Ketua DPR RI. Anis Matta memberikan bantahan bahwa ungkapan tersebut ia sampaikan, dan wartawan media online tersebut sudah meminta maaf kepadanya atas pemberitaan yang tidak benar tersebut.

Namun hal ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang memang secara ideologis tidak menyukai PKS dan aktif di dunia social media untuk menghantam kredibilitas PKS. Kejadian ini cuma satu dari berbagai bahan dan berita buruk yang selalu dikaitkan dengan PKS. Upaya penghancuran karakter lewat dunia social media berjalan terus.

Inilah dunia hari ini. Social Media memang tidak melulu diisi oleh orang-orang yang senang menyebarkan kebencian. Pastilah orang-orang yang cinta kedamaian, harmoni dan kemajuan lebih banyak memiliki akun di media sosial ini. Namun jika orang-orang baik ini jarang ber’kicau’ dengan kebaikannya dan cenderung tidak mau melawan kicauan penuh kebencian dan permusuhan dari segelintir orang, maka Social Media hanya akan diisi banyak keburukan.

Bagi seorang muslim, teknologi Informasi hanya sebuah alat untuk mengefektifkan dakwah lebih luas lagi. Ini saatnya kita menggunakan media, baik media massa atau media sosial untuk menyebarkan kebaikan, kedamaian, sikap optimis dan saling mendukung untuk hal-hal yang baik.

Share this article :

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Tabloid Suara Keadilan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger